Archive

Archive for November, 2011

Interface serial RS232

November 21st, 2011 No comments
DEFINISI :
RS-232 adalah standar komunikasi serial yang didefinisikan sebagai antarmuka antara perangkat terminal data (data terminal equipment atau DTE) dan perangkat komunikasi data (data communications equipment atau DCE) menggunakan pertukaran data biner secara serial. Di dalam definisi tersebut, DTE adalah perangkat komputer dan DCE sebagai modem walaupun pada kenyataannya tidak semua produk antarmuka adalah DCE yang sesungguhnya. Komunikasi RS-232 diperkenalkan pada 1962 dan pada tahun 1997, Electronic Industries Association mempublikasikan tiga modifikasi pada standar RS-232 dan menamainya menjadi EIA-232.[1]  Pada saat itu RS-232 lahir karena muncul dari ide-ide pada sebuah komite (Electronic Industries Association-EIA) yang mengembangkan sebuah interface untuk pertukaran data digital antara komputer mainframe yang sebagai pusatnya dengan komputer lain, tetapi perangkat ini dihubungkan dengan jaringan telepon sehingga dibutuhkan modem untuk menerjemahkan sinyal tersebut. Dan muncul RS-232 yang dianggap dapat diandalkan dalam melakukan komunikasi data (pertukaran data). [3]
Standar RS-232 mendefinisikan kecepatan 256 kbps atau lebih rendah dengan jarak kurang dari 15 meter, namun belakangan ini sering ditemukan jalur kecepatan tinggi pada komputer pribadi dan dengan kabel berkualitas tinggi, jarak maksimum juga ditingkatkan secara signifikan. Dengan susunan pin khusus yang disebut null modem cable, standar RS-232 dapat juga digunakan untuk komunikasi data antara dua komputer secara langsung.[1]
Sebuah port RS-232 pernah menjadi fitur standar dari komputer pribadi untuk koneksi ke modem, printer, mouse, penyimpanan data, un-interruptible daya listrik, dan perangkat periferal lainnya. Namun, kecepatan transmisinya terbatas, ayunan tegangan yang relatif besar, dan konektor standar yang besar, sehingga termotivasi untuk pengembangan universal serial bus (USB) untuk menggantikan RS-232. Banyak komputer pribadi modern tidak memiliki port RS-232 dan harus menggunakan konverter eksternal untuk terhubung ke peripheral yang lebih tua. Beberapa perangkat RS-232 masih ditemukan terutama di mesin-mesin industri atau instrumen ilmiah.[2]
Categories: Komunikasi Serial RS232 Tags:

Interface Paralel

November 21st, 2011 No comments
1.  DEFINISI
Paralel port digunakan secara luas untuk interfasi pada personal computer (PC) dengan I/O devices. Pararel port menyediakan input hingga 9 bit atau output hingga 12 bit dimana proses transfer data dilakukan secara serentak, seperti ditunjukkan pada gambar 1.Transfer data secara paralel  membutuhkan rangkaian perangkat keras yang relatif  lebih sederhana, hal ini berlawanan dengan transfer data secara serial dimana data dikirimkan per bit  yang dimulai dengan start bit dan diakhiri dengan stop bit seperti ditunjukkan pada gambar 2 dan membutuhkan rangkaian perangkat keras yang relatif  lebih rumit. Pararel port menggunakan 4 control lines, 5 status lines dan 8 data lines. Pararel port dapat ditemukan pada panel belakang PC dalam bentuk D-Type 25 Pin female connector atau bentuk D-Type 25 pin male connector. Pada komunikasi paralel dibutuhkan banyak penghantar. Hal memang sering menjadi kelemahan komunikasi paralel akibat banyaknya penghantar yang dibutuhkan, dan panjang penghantar ini tidak boleh lebih dari 20m untuk menjaga validitas. Namun kelebihan komunikasi paralel adalah lebih cepat dalam pemrogramannya.[1]

Gambar 1.Transfer Data Paralel [4]

Standarisasi Pararel Port terbaru diatur pada IEEE 1284 yang dikeluarkan pada tahun 1994. Standarisasi ini mendifinisikan 5 ragam operasi yaitu:
1. Compatibility Mode.

2. Nibble Mode.
3. Byte Mode.
4. EPP Mode (Enhanced Parallel Port).
5. ECP Mode (Extended Capabilities Mode).[1]

Gambar 2 Transfer Data serial [2]

IEEE 1284 mempersyaratkan devais baru harus kompatibel dengan port paralel yang baku (Standard Parallel Port/ SPP). Mode kompatibel, mode nibble dan mode byte harus dapat beropersi dengan menggunakan  perangkat keras baku yang tersedia pada kartu port paralel yang asli,  sedangkan untuk mode EPP dan mode ECP yang memiliki speed transfer yang lebih tinggi memerlukan perangkat keras tambahan. Tabel 1 menunjukkan laju transfer data pada masing-masing mode. [1]

3. TEGANGAN /KARAKTERISTIK ELEKTRIK
Keluaran port paralel secara normal adalah logika TTL. Umumnya port paralel menerapkan ASIC, dengan sink current sekitar 6mA,dan source current sekitar 12 mA. Penggunaan buffer sangat dianjurkan sehingga tidak terjadi pembebanan pada pada pararel port.

Centronics adalah suatu sistem awal transfer data dari PC ke printer. Pada centronics digunakan protokol jabatan tangan dengan menggunaan port paralel standard di bawah kendali perangkat lunak. Di bawah ini ditunjukkan ` ‘Protokol Centronics’. yang disederhanakan [1]

Gambar 3. Protocol Handshake Centronics [1]
Cara kerja adalah sebagai berikut, data valid disiapkan pada port parallel, yaitu pada pin 2 hingga pin 9 pada konektor D-Type 25 pin,  Kemudian PC memeriksa kondisi printer dalam kondisi sibuk atau tidak melalui sinyal  busy,  jika busy low, PC akan mengirim sinyal strobe rendah dengan durasi sedikitnya 1us, dan kemudian  data secara normal dibaca oleh printer atau peripheral pada saat tepi tebing naik tepi strobe. Printer kemudian akan menunjukkan bahwa printer sedang sibuk memproses data dengan mengaktifkan sinyal busy menjadi high. Setiap kali printer telah menerima data, akan mengirim sinyal acknowledge yang berarti mengakui adanya byte yang diterima berupa suatu sinyal denyut negatif nAck dengan durasi  5us pada line nAck .[1]

 

Categories: Interface Paralel Tags: